0
Untuk memulai penggunaan, klik New lalu pada Categories lalu pilih Data Flow Diagram
Image


Nah kali ini saya akan menjelaskan terlebih dahulu tools yang sering digunakan:
Data Store
Image
External Entity
Image
Resource Flow
Image
Process
Image
Flow
Image
Setelah mengenal tools tadi, kini buat terlebih dahulu Context Diagramnya. Saatnya menentukan proses dan external entity. Disini saya mencatat ada 3 proses inti yatu pendaftaran, peminjaman dan pengembalian.
Masukan process dan rename menjadi Sitem Perpustakaan. Lalu masukan juga external entitynya. Jika sudah, klik flow lalu arahkan aliran datanya baik itu dari process ke entity ataupun sebaliknya. dengan cara di klik dan drag.
Image
Untuk membuat lengkungan pada garis / flow, caranya adalah klik kanan flow lalu klik format. Nah pada corners pilih bentuk yang diinginkan. Sehingga menjadi tampilan seperti berikut:
Image
Diatas terlihat ada text pada flow tadi. Text tersebut disebut dengan data. Cara menambahkannya adalah dengan klik toolbar Model, lalu pilih data. Setelah itu masukan datanya.
Image
Nah untuk memasukan data tadi ke flow, klik flow, lalu klik kanan lalu klik properties. Pada data, pilih yang akan dimasukan e dalam flow tersebut.
Image
Jika flow telah diisi data, maka untuk menampilkannya adalah dengan cara mengklik kanan background, dan pilih display preferences. Pada Content, terdapat Flow dan Resource Flow. Nah pilih data list pada keduanya.
Apabila semua entity telah ditentuan dan telah membuat flow beserta datanya, tampilan Context Diagramnya kurang lebih seperti ini.
Image
Setelah Context Diagram selesai dibuat, saatnya membuat DFD level 0. Pada process terlihat ada tanda ‘+’ yang menandakan bahwa proses tersebut di decompose. Cara mendecomposenya adalah dengan mengklik kanan proses, lalu pilih decompose process. Setelah didecompose, klik open diagram untuk membuat DFD.
Bisa kita lihat ketika diagram di open, external entity juuga ikut terbawa / tampil. Ada beberapa hal yang harus dipahami dalam membuat DFD level 0 ini diantaranya:
  1. Jumlah process minimal 4 atau 5, dan tidak lebih dari 9 process.
  2. Jika process kurang dari 4, sebenarnya masih bisa dibuat DFD jika memang sistemnya cukup sederhana.
  3. Jika process lebih dari 9 harus dibuat DFD level 1.
Langkah-langkah pembuatan DFD tidak jauh berbeda dengan context diagram tadi, bahkan bisa dikatakan sama, yang membedakannya adalah algoritmanya. Karena DFD adalah hasil beakdown context diagram tadi.
Kurang lebih ini adalah hasil DFD level 0 yang saya buat.
Image
Selamat Mencoba. Sumber

Poskan Komentar

 
Top