0

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Perkembangan Teknologi Informasi telah memungkinkan pengambilankeputusan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan cermat. Penggunaan computertelah berkembang dari sekadar pengolahan data maupun penyajian informasi,menjadi mampu untuk menyediakan pilihan pilihan sebagai pendukung pengambilkeputusan.Hal itu munngkin berkat adanya perkembangan teknologi perangkatkeras yang diiringi oleh perkembangan perangkat lunak, serta kemampuanperakitan dan penggabungann beberapa teknik pengambilan keputusandidalamnya. Integrasi dari peangkat keras, perangkat lunak, dan pengetahuanseorang pakar menghasilkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dengan lebihcepat dan cermat.
Diantara Sistem Pendukung Keputusan yaitu Sistem Pakar (expertSystem). Sistem ini adalah suatu sistem yang dirancang untuk meningkatkanefectivitas pengambilan keputusan dalam memecahkan masalah. Dalam praktek kehidupan sehari-hari, persolan pencarian kerusakan DVDRoom sangat sulit dan bahkan lupa apa-apa saja yang menjadi penyebab kerusanDVD Room tersebut.
Berdasarkan uraian diatas terlihat bahwa penggunaan teknologi informasiberbasis komputer akan sangat membantu dalam proses mengambil keputusan,maka penulis tertarik untuk mengimplementasikan Sistem Pakar untuk membantupengambilan keputusan penyebab kerusakan DVD Room dengan membangun ”Sistem Pakar Penyebab Kerusakan Optical Disc Drive dengan Metodametoda pencarian buta (Breadth-First Search).”

1.2 RUMUSAN MASALAH
Rumusan Makalah ini menjelaskan tentang :
a. Definisi Sistem Pakar
b. Manfaat Sistem Pakar
c. Komponen atau Bagian Utama Sistem Pakar
d. Pembangunan Sebuah Sistem Pakar
e. Inferensi Sistem Pakar
f. Contoh Aplikasi dan Pengembangan Sistem Pakar

1.3 TUJUAN
Adapun tujuan dari makalah ini antara lain:
a. Memberikan kemudahan bagi orang-orang yang akan memperbaiki kerusakan DVD Room secara cepat dan tepat.
b. Penerapan sistem pakar untuk pengambilan keputusan dalam mencari
penyebab kerusakan DVD Room.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 DEFINISI SISTEM PAKAR
Sistem Pakar (Expert System) adalah usaha untuk menirukan seorang pakar. Biasanya Sistem Pakar berupa perangkat lunak pengambil keputusan yang mampu mencapai tingkat performa yang sebanding seorang pakar dalam bidang problem yang khusus dan sempit. Ide dasarnya adalah: kepakaran ditransfer dari seorang pakar (atau sumber kepakaran yang lain) ke komputer, pengetahuan yang ada disimpan dalam komputer, dan pengguna dapat berkonsultasi pada komputer itu untuk suatu nasehat, lalu komputer dapat mengambil inferensi (menyimpulkan, mendeduksi, dll.) seperti layaknya seorang pakar, kemudian menjelaskannya ke pengguna tersebut, bila perlu dengan alasan-alasannya. Sistem Pakar malahan terkadang lebih baik unjuk kerjanya daripada seorang pakar manusia!
Kepakaran (expertise) adalah pengetahuan yang ekstensif (meluas) dan spesifik yang diperoleh melalui rangkaian pelatihan, membaca, dan pengalaman. Pengetahuan membuat pakar dapat mengambil keputusan secara lebih baik dan lebih cepat daripada non-pakar dalam memecahkan problem yang kompleks. Kepakaran mempunyai sifat berjenjang, pakar top memiliki pengetahuan lebih
banyak daripada pakar yunior.
Tujuan Sistem Pakar adalah untuk mentransfer kepakaran dari seorang pakar ke komputer, kemudian ke orang lain (yang bukan pakar). Proses ini tercakup dalam rekayasa pengetahuan (knowledge engineering) yang akan dibahas kemudian.

2.2 MANFAAT SISTEM PAKAR
Sangat banyak kemampuan dan mamfaat yang diberikan oleh Sistem Pakar, di antaranya:
a. Meningkatkan output dan produktivitas, karena Sistem Pakar dapat
bekerja lebih cepat dari manusia.
b. Meningkatkan kualitas, dengan memberi nasehat yang konsisten dan
mengurangi kesalahan.
c. Mampu menangkap kepakaran yang sangat terbatas.
d. Dapat beroperasi di lingkungan yang berbahaya.
e. Memudahkan akses ke pengetahuan.
f. Handal. Sistem Pakar tidak pernah menjadi bosan dan kelelahan atau sakit. Sistem Pakar juga secara konsisten melihat semua detil dan tidak akan melewatkan informasi yang relevan dan solusi yang potensial.
g. Meningkatkan kapabilitas sistem terkomputerisasi yang lain. Integrasi Sistem Pakar dengan sistem komputer lain membuat lebih efektif, dan mencakup lebih banyak aplikasi .
h. Mampu bekerja dengan informasi yang tidak lengkap atau tidak pasti. Berbeda dengan sistem komputer konvensional, Sistem Pakar dapat bekerja dengan inofrmasi yang tidak lengkap. Pengguna dapat merespon dengan: “tidak tahu” atau “tidak yakin” pada satu atau lebih pertanyaan selama konsultasi, dan Sistem Pakar tetap akan memberikan jawabannya.

2.3 KOMPONEN SISTEM PAKAR
Secara umum, Sistem Pakar biasanya terdiri atas beberapa komponen yang masing-masing berhubungan, diataranya :
a. Basis Pengetahuan
Berisi pengetahuan yang dibutuhkan untuk memahami, memformulasi, dan memecahkan masalah
b. Mesin Inferensi (Inference Engine)
Merupakan otak dari Sistem Pakar. Juga dikenal sebagai penerjemah aturan (rule interpreter). Komponen ini berupa program komputer yang menyediakan suatu metodologi untuk memikirkan reasoning) dan memformulasi kesimpulan.
c. Papan Tulis (Blackboard/Workplace)
Adalah memori/lokasi untuk bekerja dan menyimpan hasil sementara. Biasanya berupa sebuah basis data.

d. Antarmuka Pemakai (User Interface)
Sistem Pakar mengatur komunikasi antara pengguna dan komputer. Komunikasi ini paling baik berupa bahasa alami, biasanya disajikan dalam bentuk tanya-jawab dan kadang ditampilkan dalam bentuk gambar/grafik. Antarmuka yang lebih canggih dilengkapi dengan percakapan (voice communication).
e. Subsistem Penjelasan (Explanation Facility)
Kemampuan untuk menjejak (tracing) bagaimana suatu kesimpulan dapat diambil merupakan hal yang sangat penting untuk transfer pengetahuan dan pemecahan masalah. Komponen subsistem penjelasan harus dapat menyediakannya yang secara interaktif menjawab pertanyaan pengguna.
f. Sistem Penghalusan Pengetahuan (Knowledge Refining System)
Seorang pakar mempunyai sistem penghalusan pengetahuan, artinya, mereka bisa menganalisa sendiri performa mereka, belajar dari pengalaman, serta meningkatkan pengetahuannya untuk konsultasi berikutnya.

2.4 PEMBANGUNAN SEBUAH SISTEM PAKAR
Mengembangkan Sistem Pakar dapat dilakukan dengan 2 cara:
a. Membangun sendiri semua komponen di atas, atau
b. Memakai semua komponen yang sudah ada kecuali isi basis pengetahuan.
Tahap-tahap pembangunnan yaitu:
a. Pemilihan Masalah
b. Rekayasa Pengetahuan (Knowledge Engineering)
c. Partisipan Dalam Proses Pengembangan
d. Akuisisi Pengetahuan

2.5 INFERENSI SISTEM PAKAR
Inferensi digunakan dalam sistem pakar untuk memperoleh informasi
terbaru dari informasi yang sudah ada. Diataranya :
a. Forward Chaining
Adalah strategi inferensi yang dimulai dengan sekumpulan fakta, fakta baru yang diperoleh dengan menggunakan rule, dimana alasan yang
digunakan sesuai dengan fakta yang ada, dan melanjutkan proses ini sampai goal diraih atau sampai tidak ada rule selanjutnya yang mempunyaialasan yang sesuai dengan fakta yang ada maupun fakta yang diketahui.
b. Backwad Chaining
Adalah strategi inferensi yang diperoleh untuk membuktikan suatu hipotesis dengan dukungan informasi.

2.6 PENCARIAN BUTA
Pencarian Buta (Blind / Uninformed Search)
a. Pencarian melebar pertama /Breadth-First Search
Semua node pada level n akan dikunjungi terlebih dahulu sebelum mengunjungi node-node pada level n+1.
b. Pencarian mendalam pertama (Depth – First Search)
Proses pencarian akan dilakukan pada semua anaknya sebelum dilakukan pencarian ke node-node yang selevel.

Pencarian Terbimbing (Informed /Heuristics Search)
a. Generate and Test
b. Pendakian Bukit (Hill Climbing)
c. Pencarian Terbaik Pertama (Best First Search)
d. Tabu Search
e. Simulated Annealing

2.7 OPTICAL DISC DRIVE
Yaitu komponen computer yang digunakan untuk membaca atau menulis media penyimpan seperti CD Room dan DVD Room.
Macam-macam Optical Disc Drive :
a. CD ROOM
Kemampuan membacanya adalah mampu membaca CD, tidak mampu membaca DVD, tidak mampu menulis CD dan DVD.

b. CD RW
Kemampuan adalah bisa membaca CD, tidak bisa membaca DVD, bisa menulis CD, dan tidak bisa menulis DVD.
c. DVD ROM
Kemampuannya adalah bisa membaca CD dan DVD, tetapi tidak mampu menulis CD dan DVD.
d. DVD COMBO
Kemampuannya adalah bisa membaca CD dan DVD, bisa menulis CD dan tidak bisa menulis DVD.
e. DVD RW
Kemampuannya adalah bisa membaca CD dan DVD, serta mampu menulis CD dan DVD.

BAB III
SISTEM PAKAR PENYEBAB KERUSAKAN OPTICAL
DISC DRIVE DENGAN METODE PENCARIAN BUTA
(BREADTH-FIRST SEARCH)

3.1 CONTOH PROGRAM
Tampilan awal aplikasi

Pencarian solusi permasalahan

OutPut

BAB IV
PENUTUP

4.1 KESIMPULAN
Berdasarkan pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa:
a. Sistem pakar untuk mencari kerusakan pada Optick Disc Drive ini dapat
memberikan kemudahan bagi orang-orang untuk mencari penyebab kerusakan pada Optict Disc Drive.
b. Sistem pakar ini merupakan implementasi dari pembangunan sistem pakar untuk keputusan pencarian penyebab kerusakan pada Optick Disk Drive.
c. Memerlukan seorang yang ahli dalam memperbaiki Optick Disck Drive
d. Sistem pakar tidak akan selalu benar, tergatung pada sumber informasinya (ahli).

4.2 SARAN
Masih diperlukan akuisisi pengetahuan yang lebih detai dan mendalam untuk meyempurnakan sistem pakar yang dirancang ini, sehingga dapat juga
untuk mendesain sistem pencarian kerusakan Optick Disc Drive. Selain itu sistem
pakar dapat dijadikan acuan perbandingan untuk perancangan sistem pakar lainnya.
Sistem pakar ini masih perlu ditambah dengan mekanisme pembelajaran,
agar proses penarikan kesimpulan menjadi lebih fleksibel dan konsisten.

DAFTAR PUSTAKA

Achmad, Balza (2006). Diktat Mata Kuliah Kecerdasan Buatan. Yogyakarta: Jurusan Teknik Fisika Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.

Source - http://wongkidu.wordpress.com/beranda/makalah-sistem-pakar-3/

Poskan Komentar

 
Top